[:id]SMK Krian 1 Menjawab Tantangan Revolusi Industri 4.0[:]

[:id]

Sebagai tenaga pendidik atau guru memasuki era saat ini yang sekarang telah memasuki era revolusi industri 4.0, merupakan tantangan tersendiri. Bagaimana tidak, masa teknologi yang telah dipelajari sebagai bekal ilmu untuk disampaikan kepada peserta didik sudah sangat berkembang lebih pesat. Didukung peranan teknologi informasi yang begitu mudah untuk diakses, bahkan tidak jarang peserta didik lebih mampu menguasai teknologi yang ada saat ini dari pada tenaga pendidik. Dukungan teknologilah yangmenjadi salah satu kata kunci untuk menjawab tantangan global di masa depan bahkan tantangan tersebut telah terbentang di depan mata pada saat ini. Sebagai tenaga pendidik saat ini memiliki dua tantangan khusus, yaitu yang pertama adalah beradaptasi mengikuti perkembangan teknologi sesuai arus yang berkembang masa ini atau bahkan dituntut memiliki kemampuan dan pandangan yang lebih ke depan tentang bidang ilmu yang diampunya. Kedua adalah kemampuan dan ketrampilan untuk menyampaikan kepada peserta didik dengan menggunakan perkembangan teknologi terbaru.

Dikutip dari presentasi Dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), Richard Mengko, yang mengambil sumber dari A.T. Kearney, mengungkap sejarah revolusi industri sampai akhirnya menyentuh generasi ke-4 ini. Berikut ini empat tahap evolusi industri dari dahulu hingga kini.

  1. Akhir abad ke-18

Revolusi industri yang pertama terjadi pada akhir abad ke-18. Ditandai dengan ditemukannya alat tenun mekanis pertama pada 1784. Kala itu, industri diperkenalkan dengan fasilitas produksi mekanis menggunakan tenaga air dan uap. Peralatan kerja yang awalnya bergantung pada tenaga manusia dan hewan akhirnya digantikan dengan mesin tersebut. Banyak orang menganggur tapi produksi diyakini berlipat ganda.

  1. Awal abad ke-20

Revolusi industri 2.0 terjadi di awal abad ke-20. Kala itu ada pengenalan produksi massal berdasarkan pembagian kerja. Lini produksi pertama melibatkan rumah potong hewan di Cincinnati, Amerika Serikat, pada 1870.

  1. Awal 1970

Pada awal tahun 1970 ditengarai sebagai perdana kemunculan revolusi industri 3.0. Dimulai dengan penggunaan elektronik dan teknologi informasi guna otomatisasi produksi. Debut revolusi industri generasi ketiga ditandai dengan kemunculan pengontrol logika terprogram pertama (PLC), yakni modem 084-969. Sistem otomatisasi berbasis komputer ini membuat mesin industri tidak lagi dikendalikan manusia. Dampaknya memang biaya produksi menjadi lebih murah.

  1. Awal 2018

Nah, sekaranglah zaman revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan sistem cyber-physical. Saat ini industri mulai menyentuh dunia virtual, berbentuk konektivitas manusia, mesin dan data, semua sudah ada di mana-mana. Istilah ini dikenal dengan nama internet of things (IoT).

SMK Krian 1 yang merupakan lembaga pendidikan kejuruan dimana tantangan revolusi industri 4.0 sangat nyata untuk segera dijawab dan dibekalkan kepada peserta didik sebagai bekal untuk menyongsong masa depan dengan keahlian masing-masing. Salah satu kegiatan yang diadakan guna menjawab tantangan revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan penggunaan Internet of Thing (Iot) adalah pemanfaatan segala media pembelajaran yang menggunakan internet untuk dimaksimalkan. Salah satu produk yang telah dihasilkan oleh peserta didik SMK Krian 1 yang baru-baru ini menjadi juara kedua Lomba Karya Teknologi Tepat Guna (LKTTG) adalah dari program keahlian Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), yaitu pengontrol rumah jarak jauh berbasis internet. RPL SMK Krian 1 merupakan salah satu ujung tombak penjawab tantangan revolusi industry 4.0, karena program keahlian tersebut memiliki fasilitas serta spektrum pembelajaran yang sangat dekat dengan internet.

Untuk program keahlian di SMK Krian 1 yang lain seperti Teknik Pemesinan (TPM) dan Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) juga sangat aktif untuk belajar dan mengembangkan bidang ilmu keahlian terbaru. Beberapa waktu yang lalu TITL SMK Krian 1 mendapat undangan dari Pembangkit Jawa Bali (PJB) untuk mengikuti pelatihan dari anak perusahan listrik terbesar di Indonesia tersebut, sebagai salah satu bentuk peningkatan keilmuan dan ketrampilan yang nantinya akan disampaikan kepada peserta didik program keahlian TITL. Dari program keahlian TPM juga telah mengadakan kegiatan pelatihan keahlian di bidang pemesinan yaitu berupa pemanfaatan teknologi perangkat lunak komputer Master Cam yang akan diimplementasikan langsung ke mesin-mesin produksi pengolahan bahan-bahan logam, pemanfaatan teknologi komputer sudah sangat aktif dilakukan sebagai media pembelajaran di SMK Krian 1.

Kolaborasi masing-masing program keahlian juga sangat memungkinkan untuk menciptakan produk-produk berbasis internet yang revolusioner. Hal tersebut menjadi titik acuan baru bagi pendidik di SMK Krian 1 khususnya di mata pelajaran produktif. Bu Dhini (Kepala SMK Krian 1) sangat mendorong untuk menciptakan produk-produk revolusioner yang memanfaatkan teknologi-teknologi terbaru dan tentunya produk-produk yang bermanfaat bagi masyarakat umum. Hal tersebut senada dengan adanya spektrum kurikulum pendidikan terbaru dari pemerintah dari masing-masing program keahlian dengan masuknya mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan. SMK Krian 1 juga sangat membuka tangan lebar-lebar untuk pengembangan inovasi-inovasi produk-produk tersebut. Jika tidak masuk dalam kurikulum, maka bisa terfasilitasi melalui kegiatan ekstrakurikuler dan pengembangan bidang yang lainnya.

[:]

Translate »
PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU