[:id]Kampanye HPSN 2018 ala SMK Krian 1[:]

[:id]

Hari Peduli Sampah Nasional diperingati setiap tanggal 21 Februari. Kementerian Negara Lingkungan Hidup mencanangkan 21 Febuari 2006 sebagai Hari Peduli Sampah untuk pertama kalinya. Peringatan ini muncul atas ide dan desakan dari sejumlah pihak untuk mengenang peristiwa di Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, pada 21 Februari 2005 di mana sampah dapat menan gas metana pada tumpukan sampah. Akibatnya 157 jiwa melayang dan dua kampung (Cilimus dan pojok) hilang dari peta karena tergulung longsoran sampah yang berasal dari Tempat Pembuangan Akhir Leuwigajah. Tragedi ini memicu dicanangkannya Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati tepat di tanggal insiden itu terjadi.

Pada tahun 2018 ini, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo mengajak seluruh instansi untuk memperingati HPSN tersebut dengan berperan aktif mengelola sampah. DLHK membuat gebrakan program dengan judul Tiga Bulan Bebas Sampah (TBBS). Gerakan TBBS tersebut merupakan salah satu langkah yang ditempuh oelh DLHK untuk mewujudkan target 2019 Kabupaten Sidoarjo terbebas dari masalah sampah. 

Sebagai salah satu instansi pendidikan yang peduli lingkungan, SMK Krian 1 merespon dengan baik ajakan DLHK untuk memperingati HPSN tersebut. Salah satunya adalah dengan mengadakan kampanye HPSN di area Pasar Tiban Desa Seketi Kecamatan Balongbendo. Acara tersebut merupakan inisitif dari kader lingkungan yang dimiliki oleh SMK Krian 1 dengan latar belakang masih begitu rendahnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. 

Minggu pagi, 4 Maret 2018, para kader lingkungan yang berasal dari seluruh program keahlian berkumpul di SMK Krian 1, mengadakan briefing sebentar yang disampaikan oleh guru pendamping tentang apa saja yang akan dilakukan saat melaksanakan kampanye HPSN. Berbeda dengan kampanye pada umumnya, SMK Krian 1 mengadakan kampanye sederhana tanpa suara, kader lingkungan SMK Krian 1 dengan berbekal sarung tangan dan kantong plastik segera membaur dengan kerumunan pengunjung pasar, saat ada sampah yang dibuang sembarangan, mereka memungut sampah tersebut. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan teladan kepada masyrakat untuk mau membuang sampah pada tempatnya dan mau memmungut sampah yang berserakan. 

Dengan yel-yel “SMK Krian 1, Be Zero Waste Inspiration”, semangat kader lingkungan SMK Krian 1 terus melaksanakan kegiatan dari pukul 07.00 sampai dengan pukul 10.00. Di lokasi pasar juga telah hadir perangkat Desa Seketi termasuk Bapak Kepala Desa. Warga Desa Seketi sangat mengapresiasi kegiatan tersebut, beberapa warga juga akhirnya larut ikut memungut sampah yang berserakan di area pasar, beberapa warga juga ada yang memberikan makanan di sela-sela istirahat para kader lingkungan. 

Kader lingkungan SMK Krian 1 juga membagikan dua sepanduk ukuran 3X1 meter yang bertuliskan ajakan untuk membuang sampah pada tempatnya kepada karang taruna desa Seketi untuk dipasang di tempat strategis supaya masyarakat dapat membaca dan melaksanakan ajakan membuang sampah pada tempatnya. 

Di hujung kegiatan, Bapak Kepala Desa mengumpulkan kader lingkungan SMK Krian 1 beserta perangkat desa Seketi di rumah skretariat Pasar Tiban, kembali Bapak Kepala Desa memberikan apresiasi serta motivasi kepada kader lingkungan SMK Krian 1, dimana anggotanya merupakan anak muda yang akan menjadi generasi penerus. “Jika bukan kalian yang memulai, siapa yang akan mengawali untuk peduli terhadap permasalahan sampah di negeri ini ?” pertanyaan retorika yang disampaikan kepada kader lingkungan SMK Krian 1 sebagai motivasi dan semangat untuk peduli lingkungan terutama masalah sampah.

 

[:]

Translate »
PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU