Merdeka Belajar

Istilah merdeka belajar mulai muncul dan bergulir pada saat Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A diangkat menjadi bagian dari kabinet Indonesia Maju dengan menduduki jabatan sebagi Menteri Pendidikan. Mas Menteri (Panggilan akrab Nadiem), melakukan gebrakan signifikan terhadap wajah dunia pendidikan nasional dengan tajuk merdeka belajar tersebut. Merdeka Belajar menjadi salah satu program inisiatif Mas Menteri yang ingin menciptakan suasana belajar yang bahagia, baik bagi murid maupun para guru. Merdeka Belajar ini konon dilahirkan dari banyaknya keluhan orangtua pada sistem pendidikan nasional yang berlaku selama ini. Salah satunya ialah keluhan soal banyaknya siswa yang dipatok nilai-nilai tertentu.

Empat terobosan yang dicanangkan oleh kementrian pendidikan tentang merdeka belajar antara lain :

  1. Mengganti Ujian Nasional (UN) menjadi Asesmen Nasional yang bermanfaat bagi perbaikan kualitas pembelajaran
  2. Menghapus Ujian Sekolah Berstandar Nasional agar sekolah dapat menjadi lebih otonom
  3. Menyederhanakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran agar para guru terangkat beban administrasinya dan dapat berfokus pada proses mengajar
  4. Menyesuaikan kuota jalur prestasi penerimaan peserta didik baru berbasis zonasi untuk mengakomodasi ketimpangan akses dan kualitas pembelajaran di berbagai daerah di Indonesia

Pada prinsipnya sekolah dipacu untuk melakukan proses adaptasi. “Bagi yang belum siap, bagi yang masih mau belajar menggunakan cara penilaian baru. Silakan. Itu haknya sekolah. Namun, bagi sekolah-sekolah dan guru yang sudah siap, bisa maju duluan. Dan itu tentunya tidak akan kita tinggalkan sendiri, kita akan selalu memberikan contoh-contoh,” kata Nadiem saat rapat kerja dengan Komisi X DPR RI.

Berikut cuplikan video Merdeka Belajar dari kanal youtube Kemendikbud RI :

Translate »
PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU