Mengasah Kompetensi Guru di Era Revolusi Industri 4.0 dan Kemampuan Berfikir Kritis

Gebrakan pemerintah Indonesia dalam dunia pendidikan saat ini cukup signifikan. Wacana kebijakan Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A, menteri pendidikan menjadi perbincangan hangat di berbagai aspek dan lini masyarakat. Melalui gebrakan program yang bertajuk “Merdeka Belajar” yang meliputi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Ujian Nasional ( UN), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Zonasi mampu menyita perhatian segenap lapisan masyarakat. SMK sebagai tonggak revitalisasi pendidikan nasional tentunya merasakan hangatnya wacana tersebut.

SMK Krian 1 sebagai lembaga pendidikan vokasi menyambut segala kebijakan pemerintah dengan latar belakang masalah kompetensi lulusan SMK masih belum mampu menjadi tonggak penerus produktifitas nasional. Sudah menjadi tanggung jawab sebagai lembaga pendidikan vokasi untuk permasalahan yang timbul bahwa lulusan SMK masih menyumbang pengangguran terbesar. SMK Krian 1 selalu berupaya meningkatkan kualitas atau apapun yang mampu membangun sumber daya manusia penerus bangsa. Dari sisi kurikulum, SMK Krian 1 mencoba selalu meningkatkan kemampuan guru dalam kompetensinya. Karena tantangan sebagai tenaga pendidik saat ini cukup berat, bersamaan dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat.

Setelah kegiatan Penilaian Akhir Semester (PAS) Ganjil tahun ajaran 2019-2020, SMK Krian 1 mengadakan kegiatan peningkatan kompetensi guru. Berlangsung di ruang guru SMK Krian 1, kegiatan yang bertema “Upgrading Guru SMK Krian 1 Menuju Revolusi Industri 4.0 & Pelatihan Pembuatan Soal HOTS” berlangsung selama dua hari, dimulai hari Senin, 16 sampai 17 Desember 2019. Kegiatan tersebut merupakan upaya untuk menyelaraskan kompetensi tenaga pendidik SMK Krian 1 terhadap tantangan perkembangan teknologi serta kemampuan menggali pemikiran kritis peserta didik sebagai bentuk model belajar dengan kemampuan berfikir ke tingkat yang lebih tinggi (HOTS : Higher Order Thinking Skill).

Hari pertama kegiatan tersebut menyamakan persepsi tentang penggunaan teknologi untuk sarana dan media pembelajaran. Kegiatan yang dipimpin oleh Heri Kristanto, S.Pd dan Andri Suharto, S.Kom, mengajak segenap tenaga pendidik untuk memanfaatkan portal pendidikan Edmodo. Sebagian besar tenaga pendidik SMK Krian 1 telah memanfaatkan media pembelajaran Edmodo, sehingga hari pertama kegiatan peningkatan kompetensi tersebut bersifat interaktif, setiap tenaga pendidik mampu menyajikan media pembelajaran melalui Edmodo. Di akhir sesi, nara sumber mengajak untuk komitmen bersama selalui menggunakan media pembelajaran tersebut dalam praktik mengajar sehari-hari. Direncanakan untuk hari kedua, akan disosialisasikan media pembelajaran online Kahoot! dan MyQuiz.

Galeri Upgrading Guru Hari 1

Hari kedua sebagai nara sumber adalah Prof. Dr. Luthfiyah Nurlaela, M.Pd, Guru Besar Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Beliau telah didapuk oleh pemerintah untuk mendampingi 8 sekolah di Jawa Timur dalam penyiapan kurikulum dan perangkat pembelajaran. Dalam materinya, beliau menyampaikan kembali permasalahan yang dihadapi SMK, pelaksanaan dan perkembangan kurikulum 2013. Penekanan materi yang disampaikan fokus pada pembuatan soal berbasis HOTS. Salah satu faktor utama ketidak tercapaian kompetensi peserta didik SMK adalah kemampuan berfikir kritis pada tingkatan yang lebih tinggi, sehingga sangat perlu untuk kegiatan pembelajaran khususnya dalam penilaian peserta didik dibiasakan berfikir secara kritis bukan hanya menghafal.

Galeri Upgrading Guru Hari 2

Total Page Visits: 8988 - Today Page Visits: 2
PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU