[:id]Kirab HPSN 2018 : “Ibadah Sederhana dengan Membuang Sampah Pada Tempatnya”[:]

[:id]

Masih dalam rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2018 kabupaten Sidoarjo dengan program Tiga Bulan Bebas Sampah (TBBS). Sabtu, 10 Maret 2018 Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo kembali mengadakan acara untuk lebih memperhatikan masalah sampah yang ada di sekitar kita. Berlokasi disekitar Alun-alun Sidoarjo, acara yang dikemas dalam bentuk pawai atau kirab dengan membawa himbauan, ajakan kepada masyarakat untuk peduli masalah sampah tersebut sangat meriah karena peserta yang ikut sangat banyak, mereka dari perwakilan desa-desa di seluruh Sidoarjo dan juga dari kalangan akademis, sekolah-sekolah peduli lingkungan di Sidoarjo. 

Sebagai sekolah yang peduli lingkungan, SMK Krian 1 juga berpartisipasi dengan mengirim perwakilan 6 peserta didik dan dua guru pendamping untuk bersama-sama dengan insan pejuang peduli lingkungan Sidoarjo mengajak masyarakat supaya semakin sadar sudah saatnya memperhatikan masalah sampah. Jika diperhatikan di wilayah Sidoarjo, sampah merupakan masalah klasik yang masih belum maksimal penanganannya. Jika hanya mengandalkan dinas terkait tentu saja hal tersebut tidaklah cukup, sudah dapat dipastikan petugas-petugas dari dinas-dinas terkait akan sangat kerepotan. Seperti yang disampaikan oleh Bapak H. Saiful Ilah, S.H, M.Hum bupati Sidoarjo sebelumnya, data sampah yang dihasilkan oleh warga Sidoarjo per hari mencapai 6 ton. Sudah bisa dibayangkan bagaimana “pusingnya” cara untuk menangani sampah-sampah tersebut.

Perlu adanya metode untuk mengajak seluruh warga masyarakat untuk bersama-sama memperhatikan masalah sampah tersebut, melalui kirab HPSN 2018 SMK Krian 1 mengkampanyekan supaya masyarakat melaksanakan ibadah sederhana, yaitu dengan membuang sampah pada tempatnya. Membuang sampah pada tempatnya merupakan langkah awal yang dapat dilakukan untuk peduli terhadap sampah, langkah selanjutnya adalah memilah sampah, memanfaatkan sampah organik untuk pupuk, sampah anorganik dapat dimanfaatkan sebagai barang-barang kerajinan yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi atau memilah sampah plastik untuk dijual menjadi uang dan masih banyak cara yang lainnya untuk mengolah sampah. Membuang sampah pada tempatnya merupakan salah satu ibadah sederhana yang dapat kita lakukan, karena ada tertulis “Kebersihan adalah bagian dari iman”. Membuang sampah pada tempatnya merupakan bukti keimanan kita kepada Tuhan untuk menjaga bumi ini agar tetap lestari.

Sudah saatnya peduli sampah, mari bersama-sama lebih memperhatikan masalah sampah dimulai dari lingkungan rumah dan sekitar kita. SMK Krian 1 mengajak generasi penerus untuk sadar dan menjadi kader-kader perubahan perilaku peduli lingkungan.

Geleri Kirab HPSN 2018

[:]

Translate »
PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU